Wednesday, 1 March 2017

Mengapa Wanita Baper, Sedangkan Pria Cuek?

Mengapa Wanita Baper, Sedangkan Pria Cuek?

iklan 336x280 iklan link responsive
iklan 336x280 iklan link responsive

Baca Juga

Cukup Al! Siapa wanita yang ngelikes foto kamu!? Tanya Esmeralda dengan penuh amarah, bulu mata anti badainya hampir menutupi mata indahnya.
….. (Alfonso terdiam)

Jawab Aku Alfonso Fernando Jose!! bentak Esmeralda

Maaf Es, kamu ngomong apa tadi cintaku? Aku lagi asyik ngejar pokemon nih. Jawab Alfonso santai, jari jemarinya asyik menggeser-geser layar, sedangkan tatapannya masih melekat pada layar tablet ukuran 8 inchi tersebut.

Fine! I can’t do this! Esmeralda mengambil tas tangannya dan bergegas menuju pintu.

Eeess jangan pergi. Alfonso menahan pintu. Sudah jangan marah-marah lagi dong aku minta maaf ya. Daripada kamu marah-marah mendingan kamu bikinin aku indomie yak yak

Apaah! Jeritnya. Pria dimana-mana sama aja! Brak! Esmeralda pergi membanting pintu sekuat-kuatnya dan meninggalkan Alfonso yang tampak kebingungan

Salah gue apaan yak? Masa Cuma suruh masakin indomie marah sik? Alfonso menggaruk kepalanya yang gatal betulan karena ketombe yang bertumpuk.

Di luar, Esmeralda berjalan pelan berharap Alfonso akan mengejarnya. Ia mengintip handphonenya untuk memastikan apakah ponselnya berdering. Nihil. Esmeralda berlari sekencang-kencangnya sambil menangis.

I hate you, batinnya.

Alfonso memutuskan untuk pergi ke dapur dan memasak 2 bungkus indomie kari ayam dan telur. Sesekali jari tangan kirinya masih menggeser-geser layar tabletnya.

Esmeralda marah beneran nggak ya? Tanyanya. Ah entar juga baik lagi kok, beri dia ruang untuk sendiri. Gumamnya.

-The end-


Pernahkah anda mengalami situasi seperti di atas? Berantem nggak jelas topiknya apa tiba tiba jadi panjang dan berujung pertikaian. Sudah mengaku saja nanti saya kasih sepeda. Hahaha.

Hal ini sering terjadi dalam kehidupan percintaan. Yang wanitanya menuntut, yang prianya bingung apa yang dituntut. Ini karena pria tidak memiliki kepekaan seperti layaknya wanita.

Jangan percaya dengan apa yang ditampilkan dalam drama Korea. Prianya baeek dan romantis banget, royal lagi dermawan, sedangkan wanitanya pintar masak dan pengertian, nggak bawel apalagi ngomel.

Kenyataannya wanita akan selalu ngomel dan bawel, sedangkan pria akan terus cuek dan bingung maunya wanita apa. Meski sudah berumahtangga puluhan tahun. Eaaaak

Cara wanita merasa tidak sama dengan bagaimana pria merasa.
Tahukah anda ketika Tuhan menciptakan wanita, Ia memberikan sebuah sensor alamiah bernama kepekaan. Sebuah karunia untuk mampu mengenali emosional orang lain, mampu berempati serta memberikan respon afeksi yang tepat.

Tidak heran apabila wanita itu lebih menggunakan perasaan daripada logika. Misalnya kalau pria sedang menaikkan suara sedikit saja, wanita akan langsung baper dan menyangka si pria sedang marah. Kok kamu marah sih, ngomongnya nggak nyantai banget? Padahal mungkin saja si pria sedang bersemangat.



Solusi
  1. Bagi wanita jangan langsung meledak ya, jangan mudah baper.
  2. Bagi pria, mohon bersabar ini ujian. Hahaha. Mohon pelankan suara anda, karena anda sedang berbicara dengan makhluk paling seksi tapi hypersensitive.

Pria tidak mampu menunjukkan simpati, seperti yang diinginkan wanita

Sebaliknya kalau wanita lagi semangat-semangatnya cerita ke pria, respon pria pasti biasa saja, cuek, ekspresi datar dan terkesan males dengerinnya. Contohnya “pah, mama tadi abis didamprat bos karena telat ikut meeting, marahinnya di depan semua orang lagi. Malu banget kan mama”. Maka pria akan menjawab seperti ini “oh ya sudah besok mama jangan telat lagi, mungkin dandannya kelamaan”.

Apakah wanita akan puas? Oh tentu tidak. “kok papa biasa aja sih, mama nih abis didzalimi di depan banyak orang tau, malu banget rasanya! Disemangatin kek, dibelai belai kek, apa kek. Kalau jawabannya itu juga mama tau, dandannya kelamaan!”


Dalam menghadapi stress, ada dua pendekatan yang bisa dilakukan. Pertama, problem focus coping yang artinya menyelesaikan masalah langsung kepada permasalahan dan solusinya. Kedua, emotional focus coping yaitu penyelesaian masalah difokuskan kepada upaya mengurangi efek negatif stress dan kondisi emosional seseorang. Pada wanita, tidak bisa kita terapkan problem focus coping, jadi harus menggunakan pendekatan emotional focus. Singkatnya wanita perlu releasing stress terlebih dahulu, kalau hatinya udah tenang baru logikanya bsia jalan.

Emotional focus ini gimana caranya? Biasanya wanita akan berkumpul dan curhat ke teman dekatnya, atau kepada pasangan. Dengan curhat mereka mendapatkan feedback dari lawan curhat, entah itu kata-kata motivasi, pelukan hangat, didengarkan, itu cukup untuk menghilangkan stress pada wanita. Karena wanita adalah makhluk afeksi.




Kalau wanita tidak bisa menumpahkan isi hati, maka larinya bisa ke medsos. Dan biasanya disini terjadi benih benih affair atau selingkuh tipis-tipis karena pria tidak mampu memberikan afeksi seperti yang diinginkan wanita.

Sedangkan pria, akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama hobinya untuk menghilangkan stress. Misalnya main game, futsal sampai tengah malam, kutak katik motor. Bener nggak?

Sebenarnya, berharap pria bisa menunjukkan simpati adalah salah besar, karena struktur otak mereka tidak diciptakan untuk itu. Pria diciptakan untuk menggunakan logika dan visioner. Namun apa salahnya pria mencoba untuk melatih kepekaan mereka. Kalau pasangan anda sedang pasang tampang bete, coba tanyakan ada apa. Lalu belai belai rambutnya, dijamin dia akan tenang dengan sendirinya.


Solusi :

  1. Bagi wanita, releasing stress itu diperlukan. Jika pria anda terlalu sibuk, tulis saja surat terbuka panjang lebar dan suruh dia membacanya daripada upload di medsos. Hihi
  2. Bagi pria, belajarlah menunjukkan simpati dan empati, anda menikah dengan manusia, bukan dengan robot.

Wanita butuh afeksi, pria butuh aksi

Wanita butuh asupan afeksi atau ungkapan kasih sayang, misalnya dibelai, didengerkan, dinyanyiin, diperhatikan, dimanja dan lain lain. Kalau wanita mah jangan ditanya, satu hari bisa 1000 kali mengucapkan I love you kepada pasangannya (tanpa diminta!)

Kalau pria tak perlu ucapkan kalimat romantis, mereka membuktikannya dengan aksi, aksi antar jemput istri, aksi bawain barang belanjaan, dan sederet aksi lainnya.


Solusi

  1. Bagi wanita, kemandirian emosional itu perlu, karena tidak selamanya pria bisa memberikan afeksi seperti yang kita butuhkan. Jadi kalau pasangan anda tidak memberikan ya cari dari yang lain, maksudnya dari keluarga dan sahabat terdekat.
  2. Bagi pria, aksi tanpa afeksi sama saja bohong, karena semua yang anda lakukan atas nama cinta.

Pria sejati tak banyak bicara, tapi ia tahu kapan harus bicara cinta pada pasangannya. Wanita bijak tahu kapan harus berbicara dan kapan harus diam.

Semoga setelah menyimak tulisan yang tak seberapa ini, yang wanitanya tidak lagi menuntut, yang prianya tidak lagi bingung apa yang dituntut.


Spread your love!
iklan 336x280 iklan link responsive (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Related Posts

Mengapa Wanita Baper, Sedangkan Pria Cuek?
4/ 5
Oleh