Thursday, 3 November 2016

proses pengiriman data melalui OSI layer dan TCP/IP

proses pengiriman data melalui OSI layer dan TCP/IP

iklan 336x280 iklan link responsive
iklan 336x280 iklan link responsive

Baca Juga

PROSES PENGIRIMAN DATA MELALUI TOPOLOGI OSI LAYER DAN TCP/IP
A PENGIRIMAN DATA MELALUI MODEL OSI (Open System Interconnection)
APLICATION LAYER
User interface
PRESENTATION LAYER
Mempresentasikan data
SESSION LAYER
Menjadwalkan User
TRANSPORT LAYER
Metode pengiriman data
NETWORK LAYER
Mencari rute alamat terbaik
DATA LINK
Mengorganisasi bit stream
PHISICAL LAYER
Mengatur media komunukasi

1.      Aplications Layer / Lapisan Aplikasi (USER INTERFACE)
Sesuai namanya, lapisan ini berfungsi  menjembatani interaksi manusia dengan perangkat lunak/software aplikasi. Dan di lapisan inilah proses pertama terjadinya pengiriman paket data yang akan dikirim. Selanjutnya menuju lapisan presentation. Protokol yang terdapat di layer ini : HTTP,FTP,SMTP,dan POP3.
2.      Presentation Layer / Lapisan Presentasi 
Layer ini berfungsi untuk mempresentasikan/mendefinisikan bagaimana format data ditampilkan kepada user, sehingga data yang dikirimkan dapat dikenali oleh komputer penerima.contoh format data JPEG,PNG,Doc,dll .

3.      Session Layer / Lapisan Session
Layer ini berfungsi untuk menjadwalkan/mendefinisikan bagaimana 2 buah komputer menjalin, mengontrol, dan mengakhiri komunikasi. Layanan yang diberikan oleh tiga layer pertama (fisik, data link dan network) tidak cukup untuk beberapa proses. Maka pada lapisan session ini dibutuhkan dialog controller. Fungsi yang diberikan oleh lapisan session antara lain :
·                     Dialog control 
·                     Sinkronisasi
Protokol pada session layer : NETBIOS,PAP,RPC.
4.      Transport Layer / Lapisan Transport  
Tugas layer transport adalah untuk menjalin komunikasi end-to-end logik antara 2 buah komputer. Yang dimaksud disini adalah bagaimana transfer data dari sebuah aplikasi pada 1 komputer dapat sampai pada aplikasi yang tepat pada komputer yang dituju ada dua model pengiriman data yaitu melalui TCP dan UDP.
TCP : pengiriman data yang pasti terkirim ke tujuan dan ada konfirmasi kalau sudah terkirim
UDP  : pengiriman data yang asal kirim ke tujuan dan tidak ada konfirmasi kalau sudah terkirim
5.      Network Layer / Lapisan Network
Lapisan network bertanggung jawab untuk :
·                     Menentukan alamat jaringan
·                     Menentukan rute yg harus diambil selama perjalanan 
·                     Menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini disebut paket. 
·                     Meneruskan paket ke jaringan yg benar disebut routing.
Protokol pada layer ini : IP,ARP,RARP,IGMP.

6.      Data Link Layer / Lapisan Data Link
Lapisan data link berfungsi berfungsi untuk membentuk data menjadi sebuah frame dan mengorganisir bit stream kapan mulai dan kapan berhenti. Dalam data link layer ini, didefinisikan bagaimana koreksi kesalahan data, flow control dan pengalamatan terhadap perangkat keras seperti hub, bridge, repeater dan lain-lain. Pada layer ini, data dikelompokan menjadi frame-frame. Layer ini juga menentukan bagaimana setting perangkat-perangkat dapat saling berhubungan satu sama lain. Di layer ini data diberi header dan data trail. Setelah itu data diteruskan ke Physical Layer protokol pada layer ini ARP
7.      Phisycal Layer/ lapisan fisik
·       Mengatur bagaimana data diletakkan dalam media komunikasi (kabel).
·       Melakukan konversi bit-bit frame data link menjadi sinyal-sinyal elektronik (encode)    
     kemudian mengirimkan sinyal tersebut ke media fisik.
·       Juga mendefinisikan fungsi dan prosedur agar transmisi data bisa terjadi.
·       Transmission rate : Menentukan kecepatan pengiriman data.
·       Media fisik : Kabel UTP, Fiber, Wireless.
·       Bentuk Data : Bits.
·       Beberapa protokol penting di dalam layer ini antara lain: USB, Hub, Bluetooth
  

B. Lapisan Layer  Pada TCP IP

APPLICATION LAYER
User interface
TRANSPORT LAYER
Tranfer data
INTERNETWORK LAYER
Menentukan rute pengiriman data
NET ADDRESS
Menerima dan mengirim data dari media fisik


1.    Lapisan Network Acces
Lapisan ini bertanggung jawab mengirim dan menerima data dari media fisik. Media fisiknya dapat berupa kabel, serat optik, atau gelombang radio. Karena tugasnya ini, protokol pada layer ini harus mampu menerjemahkan sinyal listrik menjadi data digital yang dimengerti komputer, yang berasal dari perlatan lain yang sejenis. Pada layer ini terdapat protokol-protokol seperti ethernet pada LAN, PPP pada WAN, dan juga Frame Relay.

2.    Lapisan Internet / Lapisan IP
Protokol yang berada pada layer ini bertanggung jawab dalam proses pengiriman paket ke alamat yang tepat dengan cara menentukan jalur terbaik untuk paket. Internet Layer memiliki 1 protokol yaitu TCP/IP.

3.    Lapisan Transport
Berfungsi untuk bertanggung jawab untuk mengadakan komunikasi antara kedua host/komputer. Protokol pada layer ini TCP dan UDP.(Identilk dengan Transport Layer pada model OSI).
  
4.    Lapisan Aplikasi
Berfungsi menyediakan servis-servis terhadap software-software yang berjalan pada komputer. Protokol-protokol yang beroperasi pada Application Layer: HTTP, FTP, POP3, SMTP, dll.

A.  Teknologi Ethernet
Perbedaan hub dan Switch
1.      Bekerja pada OSI Layer yang berbeda
Hub bekerja pada OSI layer pertama, yaitu layer physical atau lapisan fisik. Tidak berbeda seperti kabel dan atau sinyal wifi, yang hanya menyalurkan data saja. Switch bekerja pada lapisan kedua pada OSI Layer, yiaitu Data Link.
2.      Cara kerja lebih simpel mana?
Kerja hub hanya untuk menerima dan mengirimkan sinyal-sinyal listrik melalui kabel yang tersambung. Switch tidak hanya mengirim atau menerima sinyal, tetapi juga memproses informasi pada layer data link. Informasi yang dicek berupa mac Address dari setiap komputer dan perangkat yang tersambung.
3.      Tingkat Kehandalan
Walaupun cara kerja dari hub itu simpel, namun kinerja dari swicth lebih bagus dari hub. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan switch menggunakan sistem seleksi terhadap semua pernagkat atau komputer yang terhubung dengan dirinya. yang diseleksi oleh switch berupa MAC Address dari komputer atau perangkat jaringan yang terhubung.
Sedangkan hub tidak memiliki kemampuan tersebut, jadi setiap sinyal yang ditermia hub melalui salah satu port, maka akan dikirim secara menyeluruh ke semua port yang ada. Ini dikarenakan hub tidak mempunyai kemampuan untuk memastikan kemana tujuan sinyal yang diterimanya tersebut. Ingat, hub hanya untuk menerima dan mengirim sinyal.
4.      Kecepatan transfer data
Karena switch menyeleksi terlebih dahulu mac address mana yang menjadi tujuan, maka hal ini membuatnya mengirimkan data lebih cepat. Tidak seperti hub yang mengirim sinyal secara menyebar/menyeluruh, tidak peduli perangkat mana yang menjadi tujuan data tersebut.


5.      Pengaturan atau manageable
Hub sama sekali tidak bisa diatur atau di-setting. Switch dengan label manageable bisa diatur untuk memblokir atau mengijinkan komputer mana saja yang boleh tersambung dengan dirinya. Switch bisa membagi satu segment jaringan LAN menjadi dua atau lebih segment jaringan LAN meski secara fisik berada dalam satu jaringan yang sama, hal ini dikenal dengan istilah Virtual LAN atau VLAN.
6.      Sistem keamanan jaringan
             Ketika data yang dikirim oleh hub sampai pada tujuan, pasti data tersebut dalam kedaan utuh. Namun, tidak dengan switch, data yang terkirim tersebut belum tentu utuh. Bukan karena switch tidak mampu mengirim secara utuh. Melainkan setiap paket data yang dikirim oleh switch pasti periksa terlebih dahulu untuk memastikan setiap data yang terkirim bersifat aman. Jadi, untuk data yang dianggap mencurigakan tidak akan sampai pada komputer tujuan.

B.  CSMA (Carrier Sense Multiple Access)
Yaitu sebuah metode media access control  yang digunakan oleh teknologi jaringan Ethernet. Dengan metode ini, sebuah node jaringan yang akan mengirim data ke node tujuan pertama-tama akan memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh node lainnya. Jika pada tahap pengecekan ditemukan transmisi data lain dan terjadi tabrakan (collision), maka node tersebut diharuskan mengulang permohonan (request) pengiriman pada selang waktu berikutnya yang dilakukan secara acak (random). Dengan demikian maka jaringan efektif bisa digunakan secara bergantian. Metode ini efektif jika hanya digunakan untuk jaringan dengan jumlah client yg sedikit.


C.  ICMP
ICMP (Internet Control Message Protocol)
adalah protokol yang bertugas mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi lain yang memerlukan perhatian khusus. Pesan / paket ICMP dikirim jika terjadi masalah pada layer IP dan layer atasnya (TCP/UDP). Pada konsisi normal, protokol IP berjalan dengan baik. Namun ada beberapa kondisi dimana koneksi IP terganggu, misalnya karena Router crash, putusnya kabel, atau matinya host tujuan. Pada saat ini ICMP membantu menstabilkan kondisi jaringan, dengan memberikan pesan-pesan tertentu sebagai respons atas kondisi tertentu yang terjadi pada jaringan tersebut.
contoh : hubungan antar router A dan B mengalami masalah, maka router A secara otomatis akan mengirimkan paket ICMP Destination Unreachable ke host pengirim paket yang berusaha melewati host B menuju tujuannya. Dengan adanya pemberitahuan ini maka host tujuan tidak akan terus menerus berusaha meng
iklan 336x280 iklan link responsive (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Related Posts

proses pengiriman data melalui OSI layer dan TCP/IP
4/ 5
Oleh